Yang Tak Bisa Kembali #2
02/03/26
Ia masih menunggu di bangku yang sama,
tempat senyummu dulu jatuh seperti senja.
Waktu telah mengganti musim berkali-kali,
namun harapnya tak pernah ikut pergi.
Ia sudah mencoba menempuh ribuan cara,
menyusun ulang kisah, memohon pada semesta,
menjadi lebih baik dari dirinya yang lama
berharap kau kembali membaca hatinya.
Namun kau seperti rumah yang pindah alamat,
tak ada jalan pulang, tak ada jejak.
Seberapa keras ia mengetuk kenangan,
yang terbuka hanya ruang kosong bernama kehilangan.
Yang tersulit bukanlah kau yang menjauh,
tapi kenangan yang menetap setiap waktu:
cara kau menyeduh pagi dengan tawa kecil,
atau sore yang kita habiskan tanpa alasan berarti.
Kini setiap rutinitas adalah hantu,
muncul di tempat yang dulu kalian tuju.
Ia ingin lupa, tapi dunia terlalu setia
mengulang wajahmu di segala suasana.
Dan pada akhirnya ia mengerti juga:
tak semua cinta kalah karena tak cukup usaha.
Ada yang gugur bukan karena berhenti mencoba,
tapi karena takdir tak menyediakan kembali bersama.
Ia masih berharap, sedikit saja,
meski tahu pintu itu tak lagi bernama kita.
Dan dalam diam yang tak pernah selesai,
ia mencintaimu… tanpa pernah kembali.
Komentar
Posting Komentar