Terlambat Mensyukuri
30/07/26 Seorang anak laki laki yang pernah menggenggam semesta tanpa pernah sadar bahwa semestanya sedang memeluknya erat. Ada seseorang yang mencintainya tanpa syarat, menguatkannya saat rapuh, menemani saat dunia terasa sunyi, dan tetap memilih bertahan meski berkali-kali hatinya terluka. Namun, rasa memiliki sering membuat manusia lupa bersyukur. Anak laki-laki itu mulai terbiasa. Menganggap hadirnya sebagai sesuatu yang pasti. Mengira cinta sebesar itu tak akan pernah benar-benar pergi. Lalu datang malam-malam yang sepi. Kesepian membisikkan hal-hal yang salah. Ia mencari hangat di pelukan lain, mencari tawa dari seseorang yang asing, berharap kekosongan di dadanya hilang, tanpa sadar sedang menghancurkan rumah yang selama ini selalu menunggunya pulang. Satu keputusan. Satu kesalahan yang begitu besar. Dan dalam sekejap, orang yang paling tulus itu memilih pergi. Tak ada lagi pesan selamat pagi. Tak ada lagi suara yang bertanya, "Sudah makan?" Tak ada lagi pelukan yang m...