Arah Yang Berbeda
09/03/26 Aku jatuh hati pada seseorang yang langkahnya terasa begitu dekat, namun tak pernah benar-benar bisa kugapai. Di antara kita ada jarak yang tak terlihat umur yang berbeda musim, dan sifat yang seperti siang dan malam. Aku tenang seperti senja yang diam, kau riuh seperti pagi yang penuh cahaya. Aku memikirkan segalanya terlalu lama, kau menjalani hidup seolah semuanya sederhana. Seratus delapan puluh derajat kita berdiri, dua arah yang saling berlawanan. Namun anehnya, hatiku tetap memilih arahmu. Kadang aku bertanya pada waktu, mengapa rasa ini tumbuh pada tempat yang begitu sulit? Karena mencintaimu seperti mencoba menyatukan langit dan laut indah untuk dipandang, namun selalu terpisah oleh garis yang tak bisa kulewati. Aku tidak membencinya, perbedaan itu. Aku hanya belajar menerima bahwa kadang cinta datang bukan untuk dimiliki, melainkan untuk diam-diam dijaga di dalam hati.