Arah Yang Berbeda

 09/03/26


Aku jatuh hati pada seseorang

yang langkahnya terasa begitu dekat,

namun tak pernah benar-benar bisa kugapai.

Di antara kita

ada jarak yang tak terlihat

umur yang berbeda musim,

dan sifat yang seperti siang dan malam.

Aku tenang seperti senja yang diam,

kau riuh seperti pagi yang penuh cahaya.

Aku memikirkan segalanya terlalu lama,

kau menjalani hidup seolah semuanya sederhana.

Seratus delapan puluh derajat kita berdiri,

dua arah yang saling berlawanan.

Namun anehnya,

hatiku tetap memilih arahmu.

Kadang aku bertanya pada waktu,

mengapa rasa ini tumbuh

pada tempat yang begitu sulit?

Karena mencintaimu

seperti mencoba menyatukan langit dan laut

indah untuk dipandang,

namun selalu terpisah oleh garis yang tak bisa kulewati.

Aku tidak membencinya,

perbedaan itu.

Aku hanya belajar menerima

bahwa kadang cinta datang

bukan untuk dimiliki,

melainkan untuk diam-diam dijaga

di dalam hati. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Matahari

Janji yang Menggantung di Antara Kita

Antara Surabaya dan Jakarta